BukuWarung: Buat Laporan Usaha Mudah Tagih Utang Pelanggan Pakai WA UNDUH
3 Samsung Galaxy Gratis

Contoh Buku Kas

Pelaku usaha kecil dan menengah wajib memahami pengertian dan penggunaan buku kas. Buku ini akan sangat bermanfaat untuk mengetahui keuangan usaha beserta laba dan ruginya. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan buku kas dan bagaimana contoh buku kas itu?

Silahkan simak penjelasan lengkapnya dari BukuWarung berikut ini.

Definisi Buku Kas

Definisi Buku Kas

Mari kita mulai dengan definisi atau pengertian buku kas terlebih dahulu supaya Anda mudah memahami penjelasan berikutnya.

Buku kas adalah data penting yang wajib dipunyai oleh setiap perusahaan atau usaha yang berisi catatan arus dana yang masuk dan keluar untuk kepentingan bisnis.

Data yang diperoleh dari proses pencatatan transaksi diperlukan untuk menentukan berbagai macam keputusan di masa mendatang. Jika perusahaan mengalami kerugian pada periode tertentu, maka harus ada perbaikan yang dilakukan.

Itulah pentingnya buku kas, pemilik usaha serta pihak-pihak yang terlibat dapat memantau kondisi keuangan perusahaan secara real time. 

Baca Juga: Contoh Label Makanan

Cara Membuat Buku Kas

Cara Membuat Buku Kas

Setelah memahami pengertiannya, Anda juga sebaiknya tahu cara untuk membuat buku kas. Pilihlah metode yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

1. Folio Dwi Halaman

Dilihat dari namanya saja, kita sudah bisa menyimpulkan bahwa buku kas ini memiliki dua halaman.

Halaman pertama berguna untuk mencatat seluruh transaksi debet, yaitu uang yang masuk. Sedangkan halaman kedua untuk menuliskan seluruh kredit atau pembayaran keluar.

Setelah membagi menjadi dua halaman, buatlah tabel pada masing-masing halaman. Tabel tersebut memiliki beberapa kolom:

  • Tanggal, bulan, dan tahun terjadinya transaksi (bisa juga ditambah dengan waktu atau jam)
  • Deskripsi atau keterangan singkat tentang transaksi. Keterangan ini harus dituliskan sejelas mungkin agar mudah dipahami.
  • Nomor urut dari bukti pembayaran atau nomor urut pada buku kas
  • Jumlah dana yang masuk atau keluar, tulis sesuai dengan bukti transaksi dan jangan mengubah angkanya sedikit pun.

2. Folio Satu Halaman

Berbeda dengan cara sebelumnya, buku kas yang kedua adalah folio satu halaman. Artinya, transaksi debet dan kredit dicatat dalam satu halaman yang sama. Cara ini merupakan salah satu yang paling banyak digunakan di perusahaan atau bisnis kecil. 

Untuk menulis buku kas dengan metode folio satu halaman, Anda perlu membuat sebuah tabel yang terdiri dari lima kolom. Masing-masing kolom memiliki isi seperti berikut:

  • Tanggal, bulan, dan tahun terjadinya transaksi. Jika Anda ingin menuliskan tanggal dan bulan saja tidak masalah.
  • Keterangan transaksi. Jika transaksi berjenis debet, tuliskan sumber asalnya dana. Sedangkan untuk transaksi kredit, tuliskan tujuan penggunaan dana.
  • Nomor urut bukti transaksi
  • Jumlah dana yang masuk atau diterima oleh perusahaan (debet)
  • Jumlah dana yang keluar dalam sebuah transaksi (kredit)

3. Tabelaris

Metode ketiga dalam penulisan buku kas adalah tabelaris. Cara ini sebenarnya tak jauh berbeda dengan metode folio. Hanya saja lajur-lajur pada cara tabelaris lebih banyak karena metode ini memisahkan setiap transaksi berdasarkan kelompok-kelompok sesuai kebutuhan perusahaan.

Pada metode tabelaris, umumnya transaksi debet diletakkan di sebelah kiri. Sedangkan sebelah kanan dipakai untuk mencatat transaksi kredit. 

4. Membuat Buku Kas yang Praktis

Dibandingkan dengan cara manual, membuat buku kas menggunakan komputer jauh lebih praktis dan minim kesalahan. Umumnya, orang yang bekerja sebagai pembuat laporan lebih sering menggunakan aplikasi Microsoft Excel. 

Anda dapat mengikuti panduan singkat di bawah ini untuk membuat buku kas menggunakan Microsoft Office Excel.

»    Membuat Format Buku Kas

Umumnya, buku kas di Excel memiliki judul dan tabel kas baru dimulai pada baris kedua. Jadi, Anda akan mulai membuat tabel dari cell A2. Buat kolom dengan urutan ke kanan:

  • Tanggal (A2)
  • Bukti (B2)
  • Keterangan (C2)
  • Kode (D2)
  • Debet (E2)
  • Kredit (F2)
  • Saldo (G2)

Untuk lebar kolom, Anda bisa mengaturnya sesuai kebutuhan. 

»    Membuat Rumus Saldo Berjalan

Salah satu kemudahan dalam membuat buku kas menggunakan Excel adalah perhitungan bisa dilakukan secara otomatis. Untuk membuat perhitungan tersebut, Anda perlu memasukkan rumus. Rumus yang pertama dipakai untuk menghitung saldo berjalan.

  • Klik pada cell G4, kolom saldo baris kedua.
  • Ketik rumus seperti ini:

IF(OR(E4<>0,F4<>0),SUM(E$4:E4)-SUM(F$4:F4),0)

Koma pada rumus di atas dapat diganti dengan titik koma(;). Sesuaikan saja dengan konfigurasi komputer Anda.

  • Salin rumus di atas bawah sesuai dengan kebutuhan.

»    Membuat Rumus Jumlah Dinamis

Rumus kedua dipakai untuk menghitung jumlah dari masing-masing jenis transaksi, yaitu debet dan kredit.

Tulis rumus berikut di bagian paling bawah dari kolom E, debet.

SUBTOTAL(9,E4:E19)

Untuk menghitung jumlah dari transaksi kredit, Anda cukup menyalin rumus tersebut ke kolom di sampingnya.

Buku Kas Penjualan Toko

Buku Kas Penjualan Toko

Contoh buku kas di atas memperlihatkan bahwa metode yang digunakan adalah folio satu halaman. 

Buku Kas Bumdes

Buku Kas Bumdes

Bumdes merupakan salah satu usaha yang skalanya kecil. Jadi, untuk penulisan buku kas akan lebih mudah bila menggunakan cara folio satu halaman.

Buku Kas Bendahara

Buku Kas Bendahara

Bendahara memiliki tugas untuk mengatur keuangan dalam sebuah lembaga. Metode folio satu halaman memang paling banyak digunakan, termasuk dalam buku kas bendahara.

Baca Juga: Contoh Kemasan Makanan

Contoh buku kas di atas dapat Anda implementasikan untuk merekap data keuangan bisnis Anda. Dengan pencatatan uang yang teratur, bisnis pun dapat berjalan dengan lebih baik karena arus keuangan menjadi lebih jelas.