Download Gratis
Butuh bantuan?

Ketahui Cara Ekspor Sapu Lidi

Sapu lidi yang biasa Juragan gunakan untuk membersihkan halaman rumah dan terbuat dari tulang daun pelepah kelapa sawit, nyatanya juga dibutuhkan sebagian orang di luar negeri. Hal ini membuat sapu lidi punya nilai ekonomis yang tinggi, Pebisnis bidang ini pun mulai melebarkan sayap dengan cara ekspor sapu lidi.

Faktanya, banyak pebisnis sapu lidi yang berhasil menjualkan beratus-ratus ton sapu lidi ke beberapa negara, seperti Pakistan, India, Malaysia dan Thailand. Jelas fakta tersebut dapat menjadi peluang bisnis dengan keuntungan besar. Juragan pasti tertarik, bukan? Jika jawabannya ya, simak penjelasannya dalam artikel ini.

Buat Toko Online Sendiri

Kisah Sukses Pebisnis Sapu Lidi

Sebelum beranjak memahami cara produksi, omset hingga cara ekspor. Ada baiknya untuk mengulas sedikit kisah sukses yang bisa jadi inspirasi Juragan. Pada tahun 2020, lidi sawit di Sumatera Utara berhasil menembuh pasar ekspor. Kementerian Berdasarkan Agrofarm, Pertanian melalui Karantina Pertanian TBA telah menyertifikasi ekspor lidi pelepah daun sawit dengan tujuan Pakistan sebanyak 163,2-ton senilai Rp916,5 juta. Komoditi tersebut berasal dari Kabupaten Labuhan Batu.

Manfaat Pakai Aplikasi BukuWarung

Selanjutnya berdasarkan paparan Merdeka.com, Sumatera Utara kembali melakukan ekpor dalam jumlah besar. Lidi dari daerah ini mampu mencapai pasar India sebanyak 50-ton atau setara 23.250 dolar AS. Rupanya kebutuhan lidi dari negara India, Nepal dan Pakistan sangat melambung tinggi. Demi memaksimalkan potensi ekspor lidi, para pengusaha sapu lidi membutuhkan banyak bimbingan,

FTA Center Medan (dibawah pengawasan Kementerian Perdagangan) berusaha untuk terus memberikan edukasi dan membantu pengusaha disana untuk bisa memasuki pasar ekspor.

Melansir baskomnews, penggagas H. Abun Yamin Syam dapat memotivasi warga Kalangsari memaksimalkan usaha rumahan dan diubah menjadi industry kerajinan. Pada awalnya, warga Kalangsari memang rata-rata merupakan perajin sapu lidi rumahan, namun H. Abun melirik potensi lain. Hingga pada akhirnya tidak hanya sapu lidi, warga Kalangsari mampu memproduksi sapu ijuk, furniture rotan seperti sofat, kursi dan meja. Produk kerajinan tersebut berhasil merambah pasar nasional dan membangkitkan perekonomiian di desa itu.

Cara Mudah Membuat Sapu Lidi

Juragan yang mulai tertarik dengan peluang bisnis menggiurkan ini, boleh segera mempraktiikan cara pembuatannya dan menyesuaikan desain berdasarkan nilai guna. Berikut peralatan dan cara membuatnya:

Peralatan yang dibutuhkan hanya pelepah daun kelapa dan suk (pengikat sapu)

Cara Pembuatan:

  • Ambil daun pelepah kelapa (ambil bagian tulang daun)
  • Bersihkan tulang daun (cuci dan keringkan)
  • Kumpulkan tulang daun yang sudah kering sebanyak minimal 70 batang dalam satu ikat
  • Batang lidi yang sudah disatukan selanjutnya diikat dengan suh

Cara Ekspor Sapu Lidi

Melakukan penjualan produk dari dalam negeri ke luar negeri memang menjadi peluang besar untuk memperoleh banyak keuntungan. Namun, kegiatan ekspor memiliki sederet persyaratan dan proses sebelum sampai ke tangan konsumen. Tujuannya agar perdagangan antar negara bisa berjalan lancar sesuai perundang-undangan yang berlaku di tiap negara.

Maka dari itu, Juragan yang tertarik melakukan perdagangan produk dari dalam ke luar neger, perlu melakukan beberapa persyaratan berikut ini:

1. Dokumen Purchase Order

Dokumen Purchase Order merupakan bukti permintaan barang dari konsumen luar negeri yang mejadi persyaratan dalamm pembuatan berkas invoice atau surat penagihan kepada pembeli. Pada kondisi seperti ini, pebisnis dalam negeri perlu melakukan perjanjian lebih awal dengan pasar negara tujuan sesuai permintaan.

2. Perencanaan Ekspor

Eksportir sebagaimana pihak pengirim produk dari dalam negeri menyusun perencanaan ekspor. Dokumen rencana harus dibuat serinci dan sedetail mungkin agar dapat diproses dengan mudah.

Beberapa hal yang tertuang di dalam dokumen perencanaan kegiatan ekspor perlu didiskusikan lebih dulu dengan calon importir yakni:

  • Jenis produk yang akan diekspor
  • Menentukan klasifikasi produk
  • Negara tujuan ekspor
  • Jalur pengiriman produk (darat, laut atau udara)
  • Packaging produk (pengepakan dan pengemasan)
  • Fumigasi (produk bebas hama)
  • Menentukan jadwal ekspor
  • Mempersiapkan surat keterangan asal (SKA)
  • Mempersiapkan surat pemberitahuan ekspor (PEB)

3. Dokumen Ekspor

Setelah berunding dengan pihak penerima produk atau pembeli luar negeri, selanjutnya mempersiapkan dokumen ekspor untuk menunjang ke;ancaran pengiriman barang hingga dinyatakan lolos oleh pihak Bea dan Cukai, berikut jenis dokumennya:

Packing List

Packing list berisikan dokumen bisnis sapu lidi dari pihak pengirim yang berisikan informasi dan spesifikasi produk, seperti: Nomor packing list, Tanggal pembuatan packing list, Data lengkap eksportir dan importir, Nomor PO (Purchase Order), Nama lengkap barang, Kuantitas (jumlah) bawrang, Berat kotor dan berat berish barang.

Commercial Invoice

Dokumen ini berisikan informasi data dan nilai barang yang akan dikirim dalam mata uang asing sesuai tujuan negara importir, seperti: Nomor invoice, Data lengkap eksportir dan importir, Nomor Purchase Order (PO), Nama lengkap barang, Harga barang per unit dan Harga total.

Bukti Pembayaran Bea Keluar

Perizinan yang dikeluarkan pihak Kepabeanan merupakan hal terpenting, pihak Bea & Cukai nantinya akan membantu proses keluarya barang dari dalam ke luar negeri dengan legalitas yang bisa dipertanggung jawabkan. Oleh sebab itu, beberapa dokumen berikut wajib dilampirkan:

  • Pengajuan PEB yang telah disetujui dengan adanya dokumen PE (Persetujuan Ekspor)
  • Pembayaran Bea keluar sesuai tarif yang tertera pada dokumen PEB.

Pentingnya Menata Keuangan Bisnis

Ketika ingin melakukan ekspor ke luar negeri, ternyata beberapa risiko bisa dihadapi pelaku bisnis. Salah satunya bagi para importir yang membeli barang menggunakan mata uang dollar AS, akibatnya

negara dengan nilai mata uang negara yang lebih kecil dari dollar AS akan mergoh kocek dalam jika ingin membeli barang dari eksportir.

Kondisi seperti itu membutuhkan negoisasi dari pihak eksportir dan importir mengenai pembayaran barang yang akan diperjualbelikan. Kurs yang berubah-ubah membuat eksportir sulit memberikan tetapan pembayaran.

Tips Mengelola Piutang

Juragan sebagai pebisnis harus mampu melihat risiko ini dan mencegah kejadiannya secepat mungkin dengan sistem pengelolaan piutang yang baik. Berikut beberapa cara pengelolaannya:

1. Daftar Tagihan

Juragan perlu mempelajari data piutang perusahaan yang akan dikembangkan untuk membuat daftarnya. Dokumen piutang memuat subyek piutang, waktu pembayaran, dana yang belum terbayarkan oleh pihak importir dan kesepakatannya.

Agar importir nantinya membayar sesuai jatuh tempo, Juragan bisa melakukan penagihan sebelum tanggal tersebut. Sehingga memberikan ruang bagi mereka untuk mempersiapkan dana.

2. Negosiasi Piutang

Jika sebelumnya Juragan sudah melakukan negosiasi dengan pihak importir atau pembeli di negara tujuan, maka negosiasi menjadi subyek piutang. Importir yang kesulitan menyisil utang bisa Juragan berikan keringanan, seperti cicilan dengan tenor panjang atau keringanan bunga. Tujuannya agar importir merasa terbantu dan punya niat besar segera melunasi produk yang sudah di beli.

Selain paham cara ekspor sapu lidi, Juragan bisa menggunakan aplikasi pengelola utang-piutang di BukuWarung. Aplikasi ini sangat efektif dan efisien dengan fitur catat utang pelanggan, fitur atur tempo dan pengingat yang bisa langsung dikirim via WhatsApp.

Coba BukuWarung sekarang
App Rating 4.9
Download