BukuWarung | Aplikasi Pembukuan UMKM Tagih Utang Pelanggan Otomatis UNDUH

Bisnis Kapulaga Untung Ratusan Juta

Kapulaga merupakan rempah asli Indonesia yang memiliki khasiat tinggi. Pelajari bisnis Kapulaga dan dapatkan keuntungan yang menarik.

Rempah-rempah merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia yang mahal harganya. Sehingga salah satu peluangnya ialah berbisnis kapulaga, karena saat ini kapulaga menjadi salah satu dari rempah paling mahal yang banyak dibutuhkan masyarakat.

Bisnis kapulaga belakangan ini mulai naik daun karena harganya melejit. Harganya tinggi karena permintaan pasar tinggi, sedangkan jumlah kapulaga tak terlalu banyak.

Padahal rempah yang satu ini sangat mudah dibudidayakan. Bagaimana caranya? Simak penjelasan dari BukuWarung berikut ini.

Jenis Kapulaga Terbaik

Manfaat Kapulaga

Kapulaga termasuk ke dalam kelompok tanaman jahe. Namun, kapulaga bukan dimanfaatkan umbinya, melainkan bijinya.

Awalnya, Kapulaga dikenal di India karena menjadi campuran untuk masakan di sana. Seiring berjalannya waktu, kapulaga mulai dibudidayakan di Sri Lanka dan Thailand. Rempah jenis ini baru dibudidayakan di Indonesia sejak 34 tahun lalu, tepatnya pada 1986.

Jenis kapulaga yang dibudidaya ada dua jenis yaitu Malabar dan Mysore. Keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Lihat pada tabel di bawah.

Jenis kapulagaMalabarMysore
Bentuk bijiAgak lonjongLebih bulat
Bentuk tandan bungaSejajarTegak
Cita rasaKurang sedapLebih sedap

Selama ini, petani kapulaga lebih banyak menanam jenis Malabar. Padahal, Mysore lebih disukai karena rasanya lebih sedap. Jadi, kalau Anda ingin memulai budidaya kapulaga, sebaiknya pilih jenis Mysore saja.

Cara Bisnis Kapulaga Agar Berbuah Lebat

Cara Bisnis Kapulaga Agar Berbuah Lebat

Ikuti beberapa cara ini agar tanaman kapulaga yang Anda budidayakan dapat berbuah dengan lebat dan memberikan keuntungan maksimal.

1. Syarat Tumbuh Tanaman Kapulaga

Hal pertama yang wajib untuk Anda perhatikan adalah syarat tumbuh dari tanaman kapulaga. Sebenarnya, kapulaga bukanlah tanaman yang sulit untuk dirawat.

Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi supaya kapulaga bisa tumbuh.

  • Lahan yang dipakai untuk menanam kapulaga harus berada di ketinggian 300 hingga 500 mdpl.
  • Media tanah untuk menanam kapulaga harus gembur dan memiliki kandungan zat hara yang melimpah.
  • Lahan memiliki sistem pembuangan air atau drainase yang baik agar air tidak menggenang.
  • pH tanah untuk membudidayakan kapulaga yaitu 5,6 hingga 6,8.
  • Jenis tanah sebaiknya pedosolik merah kuning atau latosol.
  • Curah hujan tidak kurang dari 2500 mm atau lebih dari 4000 mm per tahun.
  • Tersedia tanaman pelindung untuk mengayomi tanaman kapulaga agar tidak terkena cahaya langsung.

2. Pengolahan Lahan

Setelah memahami syarat-syarat agar tanaman kapulaga bisa tumbuh, Anda sebaiknya mempelajari cara pengolahan lahan.

Lahan yang akan dipakai untuk menanam kapulaga harus memiliki naungan karena tanaman ini hanya membutuhkan 30% hingga 70% sinar matahari. Oleh sebab itu, kapulaga ditanam dengan sistem tumpang sari atau tumpang sela di kebun kopi atau sengon.

Persiapkan lahan tanam dengan cara dicangkul. Proses ini membuat tanah menjadi lebih gembur dan cocok dengan syarat tumbuh tanaman kapulaga yang telah disebutkan sebelumnya. Buat lubang untuk memasukkan bibit pada tanah yang telah dicangkul.

3. Persiapan Bibit

Bibit kapulaga terdiri dari berbagai macam jenis, misalnya biji, akar, dan anakan atau tunas. Bibit dengan tunas memiliki harapan hidup yang lebih besar dibanding dua jenis bibi lainnya. Selain itu, waktu yang diperlukan untuk tumbuh pun lebih cepat dibandingkan biji dan akar.

Jumlah bibit yang harus disiapkan adalah dua kali lipat dari jumlah lubang yang ada. Sebab satu lubang bisa diisi 2 bibit.

4. Penanaman Bibit Kapulaga

Penanaman sebaiknya dilakukan di awal musim hujan agar lebih cepat tumbuh. Anda pun tidak perlu melakukan penyiraman karena tanah mengandung banyak air di musim penghujan.

Sebelum bibit dimasukkan, lubang tanam sebaiknya diberi pupuk terlebih dahulu. Tujuan utamanya adalah supaya tanaman kapulaga mendapatkan zat hara yang cukup untuk tumbuh.

5. Perawatan Budidaya Kapulaga

Ada beberapa tahap perawatan yang perlu Anda lakukan selama membudidayakan kapulaga. Pertama, lakukan penyulaman atau penanaman kembali bila ada bibit yang mati atau gagal tumbuh. Siangi area di sekitar tanaman kapulaga untuk mencegah adanya rumput dan gulma lain.

Lakukan penggemburan ulang tanah di sekitar tanaman kapulaga setiap tiga bulan sekali. Penggemburan selanjutnya disusul dengan pemberian pupuk agar tanaman tetap subur.

6. Pemanenan Budidaya Kapulaga

Panen pertama kapulaga dapat dilakukan ketika tanaman telah mencapai usia 3 tahun. Anda bisa panen 1 minggu sekali hingga usia kapulaga mencapai 10 atau 15 tahun. Setelah mencapai usia maksimal, Anda bisa mengganti dengan bibit tanaman baru.

7. Keuntungan Sistem Tumpang Sela

Bisnis kapulaga dengan sistem tumpang sela memberikan beberapa keuntungan kepada petani, antara lain:

  • Tanaman utama berperan sebagai naungan, jadi tak perlu menyiapkan lagi.
  • Ada pupuk alami yang terbentuk dari daun tanaman utama yang berguguran.
  • Minim gulma atau penyakit
  • Perawatan tanaman utama dan kapulaga bisa dilakukan bersamaan.
  • Hasil yang didapatkan menjadi lebih banyak karena menanam dua jenis tanaman sekaligus dalam satu lahan.

Bisnis kapulaga sangat menguntungkan apabila dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Jangan setengah-setengah jika Anda ingin terjun dalam sebuah bisnis. Lakukan persiapan dan perencanaan terlebih dahulu sebelum memulai sebuah bisnis baru.