BukuWarung | Aplikasi Pembukuan UMKM Tagih Utang Pelanggan Otomatis UNDUH

Usaha Yang Naik dan Turun Selama Pandemi Covid19

Seiring meluasnya pandemi corona yang mengharuskan kita melakukan social distancing dan patuh terhadap PSBB, banyak sektor usaha yang mengalami penurunan pendapatan. Namun tentu saja, tidak semua sektor usaha mengalami keterpurukan, justru terdapat kenaikan omzet pada beberapa sektor usaha saat pandemi berlangsung, hal ini dikarenakan banyak orang memilih untuk #Dirumahaja. Lalu apa saja sektor usaha tersebut? Simak riset yang telah dilakukan oleh tim BukuWarung di bawah ini.

Covid-19 atau virus corona yang sedang mewabah saat ini menyebabkan semua orang harus berdiam di rumah dan mengisolasi diri. Banyak orang yang harus work from home atau bekerja dari rumah, mall ditutup, restoran, gym dan masih banyak lagi yang telah merasakan dampak dari pandemi ini. Tentu hal ini sangat berimbas pula pada beberapa sektor usaha yang kemudian mengalami penurunan omzet akibat berlangsungnya pandemi.

Dampak Pandemi Pada UMKM

Mengutip dari Rama D atau selaku Ketua BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bidang Industri, Perdagangan dan ESDM, di tengah pandemi corona ini telah terjadi penurunan penjualan bagi beberapa pelaku usaha dalam sektor makanan, seperti resto atau cafe. Bahkan, penurunan penjualannya bisa mencapai lebih dari 30%. Jika hal ini tidak segera ditangani, tidak menutup kemungkinan menyebabkan banyak pengusaha mengalami gulung tikar.

Di balik semua itu, adanya pandemi corona ini ternyata mendorong peluang bisnis bagi beberapa Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM), yang bergerak dalam berbagai sektor usaha.

“Tim kami telah melakukan riset terhadap pengguna aplikasi BukuWarung sepanjang Februari hingga Mei 2020, untuk mengetahui usaha-usaha apa yang kian menjanjikan dan apa yang harus dihindari,” ujar Abhinay Peddisetty ( Co-Founder BukuWarung )

Berikut adalah hasil riset yang telah dilakukan oleh tim BukuWarung terhadap pengguna aplikasinya, dimana terdapat usaha-usaha yang mengalami kenaikan omzet hingga 1000% saat pandemi berlangsung.

Usaha yang Naik dan Turun Selama Pandemi Covid19

Usaha yang Naik Selama Pandemi

1. Usaha Pulsa

Mengalami kenaikan hingga 1000% dengan jumlah transaksi 400%. Dari penelusuran kami terhadap salah satu pemilik usaha konter pulsa, ini dikarenakan selama masa PSBB semua sekolah dan kampus diliburkan. Sebagai gantinya para siswa melakukan pembelajaran secara online. Nah disini yang menyebabkan penjualan pulsa dan paket data naik, karena orang makin sering beraktivitas online sehingga membutuhkan paket data lebih sering.

2. Usaha Kecantikan

Mengalami kenaikan hingga 800% dengan jumlah transaksi 200%. Produk kecantikan yang paling banyak mengalami peningkatan selama pandemi adalah produk perawatan kulit, serum, face mask, dan losion. Peningkatan ini juga di dorong karena adanya PSBB banyak salon yang tutup. Sehingga masyarakat harus merawat diri sendiri dirumah, ini menyebabkan penjualan produk seperti eye liner, maskara, eye brow, dan eye shadow meningkat. Karena selama menggunakan masker, yang ditonjolkan kini adalah bagian mata.

3. Usaha Logistik dan Online Shop

Logistik mengalami kenaikan hingga 400% dengan jumlah transaksi 300%, sedangkan Online Shop mengalami kenaikan hingga 200% dengan jumlah transaksi 200%. Ini diperkuat dengan laporan dari Tokopedia bahwa penjual baru dan penjualan di situs jual beli tersebut melonjak selama pandemi. Kenaikan ini wajar terjadi karena selama PSBB, banyak toko offline yang tutup. Sehingga solusinya adalah membeli produk secara online dan ini mengakibatkan peningkatan di pengiriman logistik.

4. Usaha Laundry

Mengalami kenaikan hingga 300% dengan jumlah transaksi 300%. Menurut Kompas, selama Pandemi masyarakat menjadi lebih peduli terhadap kebersihan di lingkungan rumah. Selain pakaian, peningkatan juga terjadi di pencucian karpet. Apalagi dengan adanya pencucian dengan suhu 70 derajat celcius, ini dapat membunuh kuman dan bakteri.

Hebatnya, peningkatan sektor UMKM ini dapat berpotensi mencetak lapangan kerja baru hingga meningkatkan perekonomian di Indonesia, hal ini sejalan dengan yang telah disampaikan oleh Praktisi Koperasi Milenial dan Ekonomi Kerakyatan, Frans Meroga Panggabean (Dikutip dari Kompas.com).

Namun di sisi lain, tentu saja banyak sektor usaha yang mengalami keterpurukan, mulai dari penurunan omzet hingga usaha mengalami gulung tikar. Tim BukuWarung pun telah merangkum deretan usaha yang terkena imbas dari pandemi ini.

Usaha yang Turun Selama Pandemi

Tiga jenis usaha dibawah ini memiliki alasan yang relatif sama kenapa mengalami penurunan. Ketika jenis usaha ini terdampak karena adanya Pembatasan Berskala Besar atau PSBB, dimana masyarakat dilarang untuk berkumpul dalam kerumunan.

1. Restoran

Mengalami penurunan pendapatan hingga 80%, jumlah transaksi turun hingga 70%

2. Olahraga/Hobi

Mengalami penurunan pendapatan hingga 90%, jumlah transaksi turun hingga 50%

3. Toko Bangunan

Mengalami penurunan pendapatan hingga 65%, jumlah transaksi turun hingga 50%

“Dengan riset ini kami berharap dapat menginspirasi para pelaku UMKM di Indonesia yang sedang berusaha bangkit dari keterpurukan, atau bahkan ingin memulai usaha yang baru.” pungkas Abhinay.

Meskipun harus mengisolasi diri di rumah, bukan berarti kreativitas dan daya juang menjadi kian menurun. Terjadinya pandemi ini tentu saja membuat dampak yang besar pada sektor ekonomi. Maka memulai membuka bisnis dengan melihat peluang-peluang di atas bisa menjadi pilihan yang tepat. Persiapkan usaha dengan matang, dan jangan lupa untuk selalu memonitor usahamu lewat aplikasi BukuWrung untuk mempermudah pencatatan keuangan dengan tepat dan aman.